Diferensiasi Komunikasi Digital Dalam Membangun Legitimasi PT Nipama Mandiri Sebagai Distributor Resmi SKF
DOI:
https://doi.org/10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.932Keywords:
Digital communication differentiation, organizational legitimacy, authorized distributor, business-to-business, digital contentAbstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana diferensiasi komunikasi digital digunakan oleh PT Nipama Mandiri untuk membangun legitimasi organisasi sebagai distributor resmi SKF di Indonesia. Pokok masalah utama penelitian ini adalah adanya kesenjangan komunikasi pada sektor business-to-business (B2B) hidrolik dan pneumatik, di mana media digital masih diperlakukan sebagai katalog statis, sementara maraknya peredaran seal industri palsu menciptakan keraguan di kalangan pembeli industri seperti divisi purchasing dan teknisi lapangan. Pokok masalah kedua adalah bagaimana pesan digital yang diferensiatif mampu mengonversi informasi teknis yang kaku menjadi pengakuan publik atas status kemitraan resmi perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diferensiasi komunikasi digital yang dilakukan PT Nipama Mandiri dalam membangun legitimasi sebagai distributor resmi SKF, cara komunikasi digital tersebut merepresentasikan legitimasi di mata publik, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi sepanjang proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dalam paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas enam informan kunci dari pihak internal perusahaan dan empat informan pendukung dari pihak eksternal, observasi non-partisipan pada kanal digital perusahaan, serta studi dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi dibangun dengan menggeser orientasi konten digital dari hard-selling menuju pusat solusi (solution hub), mengemas materi teknis melalui bahasa santai, video pendek, dan program podcast "NGOPI", menayangkan sertifikat keagenan resmi secara transparan, serta menjaga konsistensi identitas visual korporat. Dibaca melalui tiga dimensi Suchman, diferensiasi tersebut menghasilkan legitimasi pragmatis berupa insentif informasional, legitimasi moral melalui gerakan edukasi anti-produk palsu, dan legitimasi kognitif berupa posisi top-of-mind. Legitimasi terepresentasi dalam tiga lapisan relasional, yaitu kepastian hukum bagi divisi pengadaan, otoritas teknis bagi mekanik lapangan, serta entitas korporat yang humanis dan inklusif bagi audiens digital yang lebih luas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal komunikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah © 2022 by Tazkia University is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International










